Wellcome On My Blog :)

TERIMAKASIH TELAH BERKJUNG DI BLOG SAYA, MOHON MAAF ATAS KEKURANGAN YANG ADA SEHINGGA MEMBUAT ANDA TIDAK NYAMAN...

Kamis, 28 Maret 2019

Trik Pintar Menghafal Bahasa Program Rugby

Gambar terkait

Kata Pengantar

Tutorial mini Ruby ini seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 20 menit. Dengan asumsi Anda sudah menginstal Ruby. (Jika Anda belum menginstal Ruby di komputer Anda, download dan silakan instal Ruby terlebih dahulu sebelum Anda mengikuti tutorial ini)

irb, Ruby Interaktif

Buka IRB.
Jika Anda menggunakan macOS buka  dan ketik irb, kemudian tekan enter.
Jika Anda menggunakan Linux, buka shell dan ketik irb, kemudian tekan enter.Jika Anda menggunakan Windows, buka Interactive Ruby dari bagian Ruby di Menu Start Anda.Ok, sekarang irb sudah dibuka. Sekarang mau apa?

Ketik ini: "Hello World"
irb(main):001:0> "Hello World"
=> "Hello World"

Ruby Mematuhi Anda!

Apa yang baru saja terjadi? Apakah kita baru saja menulis program tersingkat di dunia berupa “Hello World” ? Tidak persis begitu. Baris kedua hanya sekedar cara IRB memberitahu hasil (result) dari ekspresi terakhir yang dievaluasi/dijalankan. Jika kita ingin print “Hello World” kita perlu tambahkan sedikit:

irb(main):002:0> puts "Hello World"
Hello World
=> nil
puts merupakan perintah dasar untuk mencetak (print) sesuatu di Ruby. Tetapi kemudian apa artinya => nil? Artinya adalah result dari ekspresi. puts  selalu return nil, yang merupakan value absolut ketiadaan di Ruby.

Kalkulator Gratis Anda Di Sini

Dengan IRB kita sudah cukup mempunyai kalkulator dasar,
Contoh :
irb(main):003:0> 3+2
=> 5

Tiga tambah dua. Cukup mudah. Bagaimana dengan tiga kali dua? Anda bisa mencoba dengan langsung mengetikkannya, cukup pendek, tetapi Anda juga bisa mengganti apa saja yang baru saja Anda perintahkan di IRB. Coba tekan panah-atas pada keyboard Anda dan lihatlah apakah IRB memunculkan baris 3+2 lagi. Jika Ya, Anda dapat menggunakan panah-kiri untuk berpindah ke setelah tanda + kemudian gunakan backspace untuk menggantinya dengan tanda *.
Contoh :
irb(main):004:0> 3*2
=> 6

Lanjut, mari kita coba tiga kuadrat,
Contoh :
irb(main):005:0> 3**2
=> 9

Di Ruby, ** merupakan cara Anda mengatakan “kepada kekuatan dari”. Tetapi bagaimana jika Anda ingin melakukannya dengan cara lain dan mendapatkan akar dari suatu bilangan?
Contoh :
irb(main):006:0> Math.sqrt(9)
=> 3.0

Ok, tunggu dulu, bagaimana yang terakhir itu? Jika Anda menebak, “Kode tersebut mencari sqrt (akar) dari 9”, berarti Anda benar. Tetapi mari kita lihat lebih dekat. Pertama, apa itu Math ?

Module, Pengelompokan Kode Menurut Topi

Math merupakan module built-in (bawaan) untuk matematika. Module punya dua pengaturan di Ruby. Pertama, mengelompokkan metode-metode yang berfungsi mirip di bawah satu nama yang terkenal. Math juga punya metode-metode seperti sin() dan tan().
Selanjutnya adalah dot (titik). Apa yang dot lakukan? Dengan dot-lah, Anda bisa mengidentifikasi receiver dari suatu message. Nah, kalau message apa? Dalam hal ini, message adalah sqrt(9), yang artinya pemanggilan metode sqrt, kependekan dari “square root” dengan parameter 9.

Hasil dari pemanggilan metode sqrt ini adalah value 3.0. Anda bisa perhatikan value bukan cuma 3 (tanpa .0). Itu karena sering angka sqrt tidak akan berupa integer, jadi metode sqrt selalu return angka floating-point.

Bagaimana jika kita ingin mengingat hasil dari beberapa perhitungan matematika ini? Caranya assign hasilnya ke variabel.
Contoh :
irb(main):007:0> a = 3 ** 2
=> 9
irb(main):008:0> b = 4 ** 2
=> 16
irb(main):009:0> Math.sqrt(a+b)
=> 5.0

Bagaimana jika kita ingin mengatakan “Hello” sekaligus banyak tanpa membuat jari dan tangan kita semua kelelahan? Kita perlu mendefinisikan metode!
Contoh :
irb(main):010:0> def h
irb(main):011:1>   puts "Hello World!"
irb(main):012:1> end
=> nil

Kode def h memulai definisi suatu metode. Kode tersebut berkata pada Ruby bahwa kita sedang mendefinisikan sebuah metode, yang bernama h. Baris selanjutnya adalah body (badan) metode, baris yang sama seperti yang sudah kita lihat sebelumnya: puts "Hello World". Baris terakhir endmemberitahu Ruby bahwa kita sudah selesai mendefinisikan metode. Ruby merespon => nil memberitahu kita bahwa Ruby sudah mengetahui kalau kita sudah selesai mendefinisikan metode h tersebut.

Ringkasan, Kehidupan Metode yang Berulang-ulang

Sekarang mari kita coba menjalankan metode tersebut berulang kali,
Contoh :
irb(main):013:0> h
Hello World!
=> nil
irb(main):014:0> h()
Hello World!
=> nil

Nah, mudah khan?! Pemanggilan metode di Ruby memang semudah menyebut nama metode yang bersangkutan ke Ruby. Jika metode tidak menerima parameter berarti ya memang itu saja yang Anda butuhkan. Anda bisa menambahkan buka dan tutup kurung jika Anda suka, tetapi buka dan tutup kurung tersebut tidak diperlukan.

Bagaimana kalau kita ingin bilang hello ke orang, dan bukan bilang hello ke seluruh dunia? Caranya, Anda tinggal mendefinisikan ulang metode h agar menerima name sebagai parameter.
Contoh :
irb(main):015:0> def h(name)
irb(main):016:1>   puts "Hello #{name}!"
irb(main):017:1> end
=> nil
irb(main):018:0> h("Matz")
Hello Matz!
=> nil
Sukses… tetapi coba kita lihat dulu sebentar apa yang terjadi disini.

Variabel dalam String

Apa itu tadi artinya #{name} ? Tanda pagar dan kurung kurawal tadi adalah cara Ruby untuk insert sesuatu ke dalam string. Jadi obyek diantara kurung kurawal menjadi string (jika belum berbentuk String) kemudian diganti dengan string di luar kurung kurawal tersebut. Anda juga bisa menggunakan tanda pagar dan kurung kurawal ini untuk memastikan nama seseorang tersebut telah diubah menjadi kapital huruf depannya (singkatnya, dikapitalkan, bahasa Inggrisnya, di-capitalize),
Contoh :
irb(main):019:0> def h(name = "World")
irb(main):020:1>   puts "Hello #{name.capitalize}!"
irb(main):021:1> end
=> nil
irb(main):022:0> h "arie"
Hello Arie!
=> nil
irb(main):023:0> h
Hello World!
=> nil
Ada beberapa trik di metode barusan. Trik pertama, kita panggil metode tanpa menggunakan buka dan tutup kurung lagi. Jika sudah jelas apa yang Anda lakukan, maka buka dan tutup kurung boleh dihilangkan (opsional). Trik lainnya adalah secara default parameter World. Jadi apa yang metode hkatakan adalah “Jika name tidak ada, maka gunakan name default yaitu "World".

Halo Dunia Menjadi TukangSapa

Bagaimana jika kita ingin membuat TukangSapa, jadi satu yang mengingat nama Anda dan menyambut Anda dengan ucapan selamat datang dan juga yang selalu memperlakukan Anda dengan hormat. Anda akan membutuhkan obyek untuk keperluan itu. Maka, mari kita buat kelas “TukangSapa”.
Contoh :
irb(main):024:0> class TukangSapa
irb(main):025:1>   def initialize(name = "Dunia")
irb(main):026:2>     @name = name
irb(main):027:2>   end
irb(main):028:1>   def say_hai
irb(main):029:2>     puts "Hai #{@name}!"
irb(main):030:2>   end
irb(main):031:1>   def say_bye
irb(main):032:2>     puts "Bye #{@name}, datang lagi ya."
irb(main):033:2>   end
irb(main):034:1> end
=> nil
Keyword baru disini adalahclass. Keyword ini mendifinisikan kelas baru yang disebut TukangSapa dan beberapa metode untuk kelas TukangSapa tersebut. Juga perhatikan  @name. Ini adalah variabel instan, dan juga tersedia di semua metode di kelas TukangSapa. Seperti yang bisa Anda lihat variabel instan  @name digunakan di metode  say_hai dan metode say_bye.

Mari kita bikin obyek TukangSapa dan kita pakai:
irb(main):013:0> t = TukangSapa.new("Arie")
=> #<TukangSapa:0x6b274 @name="Arie">
irb(main):014:0> t.say_hai
Hai Arie!
=> nil
irb(main):015:0> t.say_bye
Bye Arie, datang lagi ya.
=> nil

Sekali obyek t dibuat, maka obyek t mengingat name adalah Arie. Hmm, bagaimana jika kita ingin mendapatkan nama saja langsung?
irb(main):017:0> t.@name
SyntaxError: compile error
(irb):17: syntax error, unexpected tIVAR
        from (irb):17
        from :0
Tidak, caranya tidak bisa begitu.

Di Bawah Naungan Object yang Sama

Variabel instan tersembunyi dalam obyek. Variabel instan tidak benar-benar tersembunyi sepenuhnya, Anda bisa melihat variabel instan kapan saja Anda menginspeksi obyek, dan ada lagi cara-cara lain untuk mengakses variabel instan, tetapi Ruby menggunakan pendekatan berorientasi obyek yang bagus untuk menjaga data supaya agak tersembunyi.

Jadi metode-metode apa yang sebetulnya ada pada obyek TukangSapa?

irb(main):018:0> TukangSapa.instance_methods
=> ["inspect", "clone", "method", "public_methods",
"instance_variable_defined?", "equal?", "freeze", "methods",
"respond_to?", "dup", "instance_variables", "__id__",
"object_id", "eql?", "id", "singleton_methods",
"send", "taint", "frozen?", "instance_variable_get",
"__send__", "instance_of?", "to_a", "say_hai",
"type", "protected_methods", "instance_eval", "==",
"display", "===", "instance_variable_set", "kind_of?",
"extend", "to_s", "say_bye", "hash", "class",
"tainted?", "=~", "private_methods", "nil?",
"untaint", "is_a?"]

Wih. Metode-metodenya banyak ya. Padahal kita hanya mendefinisikan dua metode. Apa yang sebenarnya terjadi? Jadi ini barusan adalah semua metode obyek TukangSapa, list yang lengkap, termasuk metode-metode yang didefinisikan oleh kelas induk TukangSapa. Jika kita hanya ingin list metode-metode yang didefinisikan untuk kelas TukangSapa kita cukup beritahu agar tidak memasukkan induk (ancestor) dengan melewatkan parameter false, artinya kita tidak menginginkan metode-metode yang didefinisikan kelas induk (ancestor).
irb(main):019:0> TukangSapa.instance_methods(false)

=> ["say_bye", "say_hai"]
Nah, begitu. Sekarang coba kita lihat metode yang mana dari obyek TukangSapa kita yang merespon siapa saja:
irb(main):020:0> t.respond_to?('name')
=> false
irb(main):021:0> t.respond_to?('say_hai')
=> true
irb(main):022:0> t.respond_to?('say_bye')
=> true
irb(main):023:0> t.respond_to?('to_s')
=> true
Hm, jadi obyek mengetahui metode say_hai, dan metode to_s (artinya mengkonversi suatu obyek ke string, metode yang didefinisikan secara default untuk semua obyek), tetapi obyek tidak mengetahui tentang name.

Mengubah-ubah Kelas—Tidak Ada yang Pernah Terlalu Terlambat

Tetapi bagaimana jika Anda ingin bisa melihat atau mengganti name? Ruby menyediakan cara yang mudah untuk mengakses variabel obyek.

irb(main):024:0> class TukangSapa
irb(main):025:1>   attr_accessor :name
irb(main):026:1> end
=> nil
Di Ruby, Anda dapat membuka kelas lagi dan memodifikasi kelas tersebut. Perubahan-perubahan tersebut akan hadir pada obyek baru yang Anda buat dan bahkan tersedia/hadir juga pada obyek yang sudah ada dari kelas yang bersangkutan. Jadi, coba kita buat satu obyek baru dan bermain dengan property @name.

irb(main):027:0> t = TukangSapa.new('Hendy')
=> #<TukangSapa:0x5b040 @name="Hendy">
irb(main):028:0> t.respond_to?('name')
=> true
irb(main):029:0> t.respond_to?('name=')
=> true
irb(main):030:0> t.say_hai
Hai Hendy!
=> nil
irb(main):031:0> t.name='Yohanes'
=> "Yohanes"
irb(main):032:0> t
=> #<TukangSapa:0x5b040 @name="Yohanes">
irb(main):033:0> t.name
=> "Yohanes"
irb(main):034:0> t.say_hai
Hai Yohanes!
=> nil
Dengan menggunakan attr_accessor kita sudah mendefinisikan dua metode baru untuk kita, name untuk mendapatkan (get) value, dan name= untuk mengatur (set) value.

BosTukangSapa Menyapa Siapa Saja!

TukangSapa kita sebenarnya tidaklah terlalu menarik, TukangSapa hanya bisa menyapa satu orang di saat yang sama. Bagaimana jika kita punya BosTukangSapa yang bisa menyapa dunia (world), satu orang, atau bahkan seluruh list orang-orang ?

Kali ini, mari kita langsung tulis ke file saja daripada memakai IRB (Ruby Interaktif).

Untuk keluar dari IRB, ketik “quit”, “exit” atau tekan saja Control-D.

#!/usr/bin/env ruby

class BosTukangSapa
  attr_accessor :names

  # Bikin obyek
  def initialize(names = "Dunia")
    @names = names
  end

  # Bilang Hai buat semua
  def say_hai
    if @names.nil?
      puts "..."
    elsif @names.respond_to?("each")
      # @names adalah list, iterate!
      @names.each do |name|
        puts "Hello #{name}!"
      end
    else
      puts "Hello #{@names}!"
    end
  end

  # Bilang "sampai jumpa" buat semua
  def say_bye
    if @names.nil?
      puts "..."
    elsif @names.respond_to?("join")
      # Gabung (Join) elemen list dengan koma
      puts "Sampai jumpa #{@names.join(", ")}. Datang lagi ya!"
    else
      puts "Sampai jumpa #{@names}. Datang lagi ya!"
    end
  end

end

if __FILE__ == $0
  mg = BosTukangSapa.new
  mg.say_hai
  mg.say_bye

  # Ganti name menjadi "Azumi"
  mg.names = "Azumi"
  mg.say_hai
  mg.say_bye

  # Ganti name menjadi array name
  mg.names = ["Steven", "Anton", "Ridho",
    "Matz", "Bos"]
  mg.say_hai
  mg.say_bye

  # Change to nil
  mg.names = nil
  mg.say_hai
  mg.say_bye
end

Simpan file dengan nama “ri20min.rb”, dan jalankan dengan “ruby ri20min.rb”. Outputnya seharusnya menjadi sebagai berikut:
Hello Dunia!
Sampai jumpa Dunia. Datang lagi ya!
Hello Azumi!
Sampai jumpa Azumi. Datang lagi ya!
Hello Steven!
Hello Anton!
Hello Ridho!
Hello Matz!
Hello Bos!
Sampai jumpa Steven, Anton, Ridho, Matz, Bos. Datang lagi ya!
...

...

Sekarang kita melihat lebih jelas lagi pada program baru kita, perhatikan baris yang paling pertama, dimulai dengan tanda pagar (#). Di Ruby, semua tulisan yang ada sesudah tanda pagar (#) merupakan komentar (comment) dan tidak dipedulikan (di ignore) oleh interpreter. Baris pertama file adalah hal khusus, dan untuk Sistem Operasi Unix biasanya kita menentukan bagaimana menjalankan file. Kemudian komentar selanjutnya untuk penjelasan.

Metode say_hai kita sudah punya trik sedikit:

# Bilang Hai buat semua
def say_hai
  if @names.nil?
    puts "..."
  elsif @names.respond_to?("each")
    # @names adalah list, iterate!
    @names.each do |name|
      puts "Hello #{name}!"
    end
  else
    puts "Hello #{@names}!"
  end
end

Sekarang kelas memperhatikan parameter @names untuk menentukan pilihan. Jika parameter nil, maka print tiga dot (…). Ya karena memang tidak ada yang perlu disapa, khan?!

Perulangan—a.k.a. Iteration

Jika obyek @names  merespon metode each, berarti obyek ini merupakan sesuatu yang bisa Anda iterate, jadi iterate lah dan sapalah orang-orang bergantian. Kemudian, jika @names  merupakan sesuatu yang lain, biarkanlah obyek ini otomatis menjadi string dan melakukan sapaan secara default.

Mari kita perhatikan iterator lebih dalam lagi:

@names.each do |name|
  puts "Hello #{name}!"
end

each merupakan metode yang menerima blok kode yang kemudian menjalankan blok kode tersebut untuk setiap elemen dalam list, dan diantara do dan end itulah yang dinamakan blok. Blok juga bisa berupa function anonim atau lambda. Variabel diantara karakter pipa itu adalah parameter untuk blok tersebut.

Yang terjadi disini adalah untuk setiap entri dalam list, name terkait dengan elemen list, kemudian ekspresi puts "Hello #{name}!"  dijalankan dengan name tersebut.

Kebanyakan bahasa-bahasa pemrograman lain menangani list dengan menggunakan perulangan for, kalau di C seperti ini:

for (i=0; i<total_elemen; i++)
{
  lakukan_sesuatu_dengan(elemen[i]);
} 
Kode diatas memang jalan, tetapi tidak begitu elegan. Anda perlu variabel i, untuk mencari tahu berapa panjang/total list, dan juga harus menjelaskan bagaimana menjalani perulangan lewat list tersebut. Ruby way jauh lebih elegan, semua detil disembunyikan di metode each, semua yang perlu Anda lakukan hanyalah memberitahukan apa yang perlu dilakukan dengan elemen each. Secara internal, metode each akan memanggil yield "Steven", kemudian yield "Anton", kemudian yield "Ridho", dan seterusnya.

Blok, Kekuatan Ruby

Kekuatan sesungguhnya tentang blok adalah ketika berhadapan dengan yang lebih rumit ketimbang list. Selain dari berhubungan dengan list, Anda juga bisa menangani setup, teardown dan error (yang mana semua itu diluar dari sepengatahuan user)
# Bilang "sampai jumpa" buat semua
def say_bye
  if @names.nil?
    puts "..."
  elsif @names.respond_to?("join")
    # Gabung (Join) elemen list dengan koma
    puts "Sampai jumpa #{@names.join(", ")}. Datang lagi ya!"
  else
    puts "Sampai jumpa #{@names}. Datang lagi ya!"
  end
end

Metode say_bye  tidak menggunakan each, tetapi memeriksa apakah@names merespon metode join, jika Ya, maka gunakan join. Tetapi jika tidak, maka print variabel sebagai string. Metode tidak peduli terhadap typeaktual dari variabel, hanya bersandar pada metode-metode yang  didukung dikenal sebagai “Duck Typing”, jadi seperti “jalannya seperti bebek dan berbunyi wek wek wek seperti bebek…”. Keuntungan dari cara duck typing ini adalah kita tidak perlu membatasi tipe-tipe variabel apa saja yang didukung. Kalau ada orang yang datang dengan kelas list baru, sepanjang obyek tersebut mengimplementasikan metode join dengan semantik yang sama seperti list, maka semua tetap berjalan sama persis seperti yang sudah direncanakan sebelumnya.

Script Ruby Mulai!

Begitulah akhir cerita kelas BosTukangSapa, akhir dari file hanya memanggil metode-metode pada kelas tersebut. Ada satu trik yang perlu diperhatikan di baris:

if __FILE__ == $0

__FILE__ adalah variabel magic yang berisi nama file saat ini. $0 adalah nama file yang dipakai ketika memulai program. Pemeriksaan ini seolah berkata “Jika file ini merupakan file utama yang digunakan …” Pemeriksaan ini dapat berguna untuk file yang digunakan sebagai library, jadi bukan untuk mengeksekusi kode, tetapi jika file digunakan sebagai executable (file yang bisa dieksekusi/execute) maka eksekusi kode tersebut.

Perdalamlah Kekuatan Ruby Anda

Demikianlah tutorial mini Ruby kita. Masih banyak lagi hal-hal yang bisa dijelajahi, kontrol struktur berbeda yang Ruby tawarkan, penggunaan blok dan yield, module sebagai mixin, dan banyak lagi yang lain. Saya harap tutorial mini ini dapat membuat Anda untuk menjelajahi Ruby lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar